Senin, 14 Mei 2012

Terperanjat dari keterpurukan

Melalu hening malam
anganku terbang tak tentu arah
sesekali aku pejamkan mata dalam-dalam
"syahdu sekali jikalau malam ini tidur diatas hamparan kasur yang dari tadi tak lelah memanggil"
kataku dalam hati,
karena memang diluar terdengar gemercik air hujan
yang semakin membuat nuansa hangat semakin memikat untuk segeraku masuk kedalam selimut yang seolah mengkilat .

malam semakin larut
kantuk semakin memanjakan
namun raga tak henti menolak
apa yang diperintahkan oleh mata yang sudah terkulai tak berdaya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar